04 Juli 2008

"batik"

Pekalongan...

Hari itu...
Sambil menunggu appointment klien
Kusempatkan mengunjungi pasar batik tradisional
Yang dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai kota

Aku berjalan mengikuti arah mata...
Mencari batik paris idamanku

Mataku tertuju pada sebuah kemeja batik
Bermotif bunga warna hitam putih
Yup...
I want it

Mataku berbinar...
Sambil berlari
Ingin kugapai kemeja batik itu
Tetapi...
Kakiku terpelosok dan jatuh

Dan...
Aku kehilangan kemeja idamanku

Kulihat...
Seorang laki-laki bertubuh atletis menghampirinya
Melihat lalu membayarnya

Kuamati lalu kuhampiri
Sandy..
Ya itu pasti dia
Ingatanku kembali ke 2,5 tahun lalu
Saat kutinggalkan dia untuk ke kota ini

Kupanggil...
Dan diapun terkejut
Neng...
Dia memanggilku dengan tertahan

Kulihat...
Seorang wanita menghampirinya
Memanggilnya dengan sebutan 'aa'
Dan dengan terbata
Dia mengenalkannya sebagai pendamping hidupnya

Aku tersenyum...
Hatiku sakit
Tapi kuulurkan tangan menyambutnya
Sambil berkata "Selamat"

Ternyata...
Kemeja itu untuknya
Hadiah ultah untuk orang tercinta

Dan itu bukan untukku
Karena dia bukan milikku

Selamat tinggal batik idamanku
Selamat tinggal masa laluku...

4 komentar:

deus_ex mengatakan...

kisah nyata ataupun imajinasi belaka, ini menarik ...

coba gunakan kata-kata yang lebih "bersayap", kabur atau jarang digunakan

bisa lebih menyentuh...

ikina mengatakan...

berhubung br aja kejadian kmrn,ya ngalir gitu aja...
Itu juga nulisnya sambil keluar air mata...

Endah Murtiningrum mengatakan...

kehilangan batik idaman masih bisa dilupain. tapi kehilangan masa lalu akan susah karna masih membekas di hati. betul kan? jadi ya terima kenyataan. tegar, setegar ina nulis di blog ini

mr_namara mengatakan...

Hahaha...udah batik gak dapet...mantan dah ada pasangan...pake acara jatoh lagi!!
gpp na...
seperti orang bijak bilang "Yesterday is history, tomorrow is mistery, today is a gift...that's why they call it present" (Kungfu panda)^_^