Pekalongan...
Hari itu...
Sambil menunggu appointment klien
Kusempatkan mengunjungi pasar batik tradisional
Yang dipenuhi oleh pengunjung dari berbagai kota
Aku berjalan mengikuti arah mata...
Mencari batik paris idamanku
Mataku tertuju pada sebuah kemeja batik
Bermotif bunga warna hitam putih
Yup...
I want it
Mataku berbinar...
Sambil berlari
Ingin kugapai kemeja batik itu
Tetapi...
Kakiku terpelosok dan jatuh
Dan...
Aku kehilangan kemeja idamanku
Kulihat...
Seorang laki-laki bertubuh atletis menghampirinya
Melihat lalu membayarnya
Kuamati lalu kuhampiri
Sandy..
Ya itu pasti dia
Ingatanku kembali ke 2,5 tahun lalu
Saat kutinggalkan dia untuk ke kota ini
Kupanggil...
Dan diapun terkejut
Neng...
Dia memanggilku dengan tertahan
Kulihat...
Seorang wanita menghampirinya
Memanggilnya dengan sebutan 'aa'
Dan dengan terbata
Dia mengenalkannya sebagai pendamping hidupnya
Aku tersenyum...
Hatiku sakit
Tapi kuulurkan tangan menyambutnya
Sambil berkata "Selamat"
Ternyata...
Kemeja itu untuknya
Hadiah ultah untuk orang tercinta
Dan itu bukan untukku
Karena dia bukan milikku
Selamat tinggal batik idamanku
Selamat tinggal masa laluku...
4 komentar:
kisah nyata ataupun imajinasi belaka, ini menarik ...
coba gunakan kata-kata yang lebih "bersayap", kabur atau jarang digunakan
bisa lebih menyentuh...
berhubung br aja kejadian kmrn,ya ngalir gitu aja...
Itu juga nulisnya sambil keluar air mata...
kehilangan batik idaman masih bisa dilupain. tapi kehilangan masa lalu akan susah karna masih membekas di hati. betul kan? jadi ya terima kenyataan. tegar, setegar ina nulis di blog ini
Hahaha...udah batik gak dapet...mantan dah ada pasangan...pake acara jatoh lagi!!
gpp na...
seperti orang bijak bilang "Yesterday is history, tomorrow is mistery, today is a gift...that's why they call it present" (Kungfu panda)^_^
Posting Komentar