Aku terbangun jam 5:30 pagi karena teringat harus ke Telkomsel Regional untuk mengecek unit pengharum yg dikomplain pak yusuf kemarin. Pagi itu sangat dingin diiringi dengan hujan gerimis (memang sedang musim hujan saat ini). Dengan malas aku mandi air dingin...geeeerrrrr dingin menusuk tulang-tulangku. Dan seperti biasa, aku bersin-bersin. Ibu terbangun mendengar bersinku yg tidak berhenti, dan dengan kasih sayangnya ibu membuatkan secangkir susu coklat hangat untukku...yummmyyyy...terimakasih bu...
Jam 6:00 aku berangkat ke Telkomsel Regional dan alhamdulillah hujan sudah berhenti. Kunyalakan motor dan aku segera melaju ke Telkomsel Regional dengan full of sweater. Sesampainya di Telkomsel, ternyata semua cleaner sudah bekerja membersihkan kantor Telkomsel, ada yg dusting meja, ada yg vaccum karpet dan ada yg membersihkan kaca. Kulihat semua itu dengan perasaan bersyukur, bersyukur karena aku bisa membantu mereka untuk mendapatkan pekerjaan dan bersyukur untukku karena aku tidak harus bangun pagi-pagi setiap hari untuk bekerja seperti mereka, dan tentu saja aku bersyukur dengan yg telah kudapat saat ini lebih dari mereka. Aku keliling ruangan Telkomsel Regional untuk mengecek pengharum yg terpasang dan mengetahui posisi unit. Jam 7:30 tugasku sudah selesai, dan sekarang saatnya menuju kantor. Aku turun ke basement menuju motor, dan tiba-tiba hujan turun dengan derasnya....ya ALLAH.. ternyata aku tidak membawa jas hujan....Dengan bete, aku menunggu hujan berhenti di basement. Sambil menunggu hujan reda, aku melihat pemandangan yg belum pernah kulihat, dipinggir jalan kulihat seorang ibu penjual sayuran sedang menutupi dirinya dan dagangannya dengan plastik agar tidak kehujanan, dan yg 'aneh', kulihat ibu itu mengikat dagangan sayurannya dengan tali yg kemudian diikatkan di kakinya. Kuhampiri dan bertanya mengapa tali itu diikatkan ke kakinya, dan jawaban yg kudapat sangat mengejutkan, "tali ini diikatkan ke kaki supaya tau kalau sayurannya hilang/ada orang yg ingin mengambil sayurannya karena ibu itu mengantuk (dari jam 2 pagi sudah berjualan) dan harus pulang dengan membawa hasil dari jualan sayuran dan sampai sekarang sayurannya blm laku semua." Sungguh jawaban yg mengagumkan...
Saat hujan reda, aku pulang ke rumah untuk berganti seragam dan segera menuju kantor.
Satu hari ini, aku selalu teringat ibu penjual sayuran itu...dipikir-pikir, hasil yg didapat dengan menjual semua sayuran itu tidak lebih dari Rp 50.000, tetapi dengan keadaan hujan dan kondisi yg berbahaya (jualan dipinggir jalan), ibu itu tetap berjuang untuk menghidupi keluarganya...
Aku malu bila melihat ibu penjual sayuran itu...
Aku yg masih sehat dan diberi pekerjaan yg lebih baik , sering tidak melaksanakan kewajiban dengan baik...
Aku yg diberi segala kelebihan intelektual dan kesempatan, sering tidak bersyukur...
Maaf kan aku ya ALLAH...dan terimakasih sudah mengingatkanku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar